beritaGo.com
 
 
   
 
 
Tutup Iklan
ads
 

Merayakan Ulang Tahun dengan Menanam Bakau

Merayakan Ulang Tahun dengan Menanam Bakau

 
wildan
2016-02-14 12:21:26
wildan Peristiwa 0 163
 
 
Merayakan Ulang Tahun dengan Menanam Bakau

Merayakan Ulang Tahun dengan Menanam Bakau

Bertambahnya umur adalah salah satu tahapan dalam kehidupan manusia. Banyak yang merayakan acara ulang tahun dengan berbagai cara. Namun, Merayakan ulang tahun tak harus dengan pesta mewah. 

Di Kota Jayapura, anggota Forum Peduli Port Numbay justru merayakan ulang tahunnya berbagai kegiatan konservasi lingkungan. Sabtu (16/1/2016), sekitar pukul 10.00 WIT, saya bersama tiga anggota Forum Peduli Port Numbay Green (FPPNG) telah berkumpul di Dermaga Teluk Youtefa. 

Sekitar 15 menit menunggu, perahu yang berkapasitas sebanyak 10 penumpang ini pun datang.

Kami langsung menaiki perahu itu dan menuju ke Pantai Mendug yang berada Tanjung Kasuari. Lokasi yang dituju termasuk dalam kawasan Teluk Youtefa dan terletak dalam wilayah Kampung Enggros, Kecamatan Abepura. 

Dengan tranportasi laut, kami telah tiba di tempat tujuan dalam waktu sekitar 3 menit saja. Perjalanan ke sana juga dapat ditempuh melalui jalur darat dari arah Jalan kilometer 9 Holtemkamp.

Sesampai di sana, Koordinator FPPNG Fredy Wanda menyambut kami dengan hangat. Ia datang bersama puluhan kerabat dan anggota komunitas pecinta alam yang tergabung dalam komunitas FPPNG. Total sekitar 50 orang dari segala kalangan usia yang hadir dalam kegiatan ini.  

FPPNG menyiapkan sebanyak 500 benih pohon bakau. Sebelum memulai kegiatan, kami mendoakan delapan anggota keluarga anggota FPPNG yang berulang tahun dalam bulan Januari.  

Kegiatan kami di Mendug adalah penanaman pohon di salah satu titik area hutan bakau yang mengalami kerusakan akibat pembangunan jalan penghubung Hamadi-Holtemkap. 

Dari temuan Dinas Kehutanan Provinsi Papua, total kerusakan hutan bakau di kawasan itu mencapai 3,2 hektar persegi. Seharusnya dalam Analisa Mengenai Dampak Lingkungan, pembangunan jalan sepanjang 600 meter ini melalui pemasangan tiang pancang di atas laut. 

Sayangnya, janji dari Dinas Pekerjaan Umum dan Provinsi Papua untuk merehabilitasi kembali areal hutan yang mengalami kerusakan belum terealisasi hingga saat ini.   

Kami pun berjalan sekitar 100 meter ke lokasi penanaman. Kegiatan ini berlangsung dengan ceria dan penuh canda tawa walaupun terik panas matahari yang sangat menyengat. Wajar, kami baru memulai kegiatan penanaman tepat pukul 11.00 WIT.  

Beberapa anak berusia empat hingga lima tahun saling berebutan benih bakau. Mereka sangat antusias dalam kegiatan ini. Tak sampai sejam, seluruh benih telah ditanam. Kami pun melanjutkannya dengan kegiatan pembersihan di sekitar areal hutan bakau dengan memunggut sampah-sampah plastik. 

Gebrakan baru

Perayaan ulang tahun dengan penanaman pohon adalah gebrakan baru yang dibuat FPPGN sejak terjun dalam kegiatan konservasi pada tahun 2009. Sudah dua kali, mereka melaksanakan kegiatan seperti ini. 

Sebelumnya, gebrakan ini terinpirasi dari kegiatan penanaman ratusan benih pohon kayu besi dan jati di Bukit Mereribo ketika memperingati ulang tahun anak dari anggota FPPNG. Di Bukit Mereribo terdapat kawasan hutan lindung di Kota Jayapura yang mengalami kerusakan karena penebangan dan pembakaran hutan yang dilakukan sekelompok oknum warga. 

Fredy menuturkan, tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong seluruh warga Kota Jayapura untuk menghargai kehidupan melalui alam. Contohnya, dengan kegiatan membersihkan sampah di tempat publik dan menanam pohon di lahan kritis.

“Kami telah berpartisipasi dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, pelajar, dan mahasiswa di Kota Jayapura selama bertahun-tahun. Dengan hadirnya gebrakan ini, kami ingin kebiasaan baru yang bernilai positif untuk menyelamatkan alam,” tutur Fredy.

Ia pun menyatakan, FPPNG akan menyelenggarakan kegiatan perayaan ulang tahun yang dikombinasikan dengan aksi penyelamatan alam secara rutin mulai tahun ini

“Kami tak akan kesulitan untuk membudayakan kegiatan ini. Sebab, FPPNG merupakan gabungan 52 organisasi massa yang memiliki sekitar 1.500 anggota,” kata Ayah dari empat anak ini.

James Paul Lioi, salah seorang relawan sosial asal Amerika Serikat yang turut mengikuti kegiatan ini, mengaku, tak pernah melihat kegiatan seperti. 

“Di daerah saya Ohio, kami bisanya merayakan ulang tahun bersama keluarga dan teman dengan berpesta seperti biasanya. Mudah-mudahan saya dapat mempopulerkan kegiatan ini ketika kembali ke sana,” kata pemuda berusia 23 tahun ini.

Hal senada dituturkan Fitriatmi Putri, seorang mahasiswi asal di salah satu perguruan tinggi swasta di Jayapura. Menurut wanita berusia 24 tahun ini, kegiatan seperti ini dapat menjadi tren di kalangan generasi muda. 

Seusai kegiatan penanaman, kami kembali ke tempat semula. Pesta sederhana pun digelar. Keluarga Fredy menyajikan aneka makanan enak dan buah-buahan segar. Menyantap makanan dalam suasana kekeluargaan di pinggir Pantai Mendug, oh sungguh nikmatnya.    
      

 
 
 

Promoted Stories

Lainnya

 
 

Komentar Sedulur

   Belum ada komentar dari sedulur beritaGo.

  Tulis Komentar

   Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
 

Komentar Facebook

   
image

beritago.com merupakan portal berita dan informasi yang mengusung konsep "social media journalism", yakni dimana masyarakat dapat ikut menjadi kontributor informasi serta menggunakan portal beritaGo.com dengan bertanggungjawab dan sesuai dengan ketentuan penggunaan yang telah ditetapkan,

Informasi dan Kerjasama

  •   contact@beritaGo.com
  •  08123456789 / 024-123456
  •  indiego inti corpora ltd
   
 
 
Copyright 2016 beritaGo by indiego inti corpora. Social Media Journalism and Social Broadcasting System. All Rights Reserved.

Local Straight News , Aggreggate Content dan Social Media Journalism oleh beritaGo.com
Copyright 2014-2016 All Rights Reserved. beritaGo.com is a registered trademark of indiego inti corpora
Jawa Tengah, Indonesia.

Tutup Iklan